Bolatimes.com - Tak berlebihan kiranya untuk menyebut koneksi antara Thierry Henry dengan Dennis Bergkamp sebagai salah satu duet terbaik yang pernah dimiliki oleh Arsenal sepanjang sejarah.
Kolaborasi antara Thierry Henry dengan Dennis Bergkamp seolah-olah sudah seperti telepati. Keduanya sudah memahami karakter satu sama lain dan mampu menerjemahkannya di atas lapangan.
Sebetulnya, duet magis antara Henry dan Bergkamp tak tercipta secara instan. Sebab, keduanya melewati sejumlah fase hingga akhirnya mampu menjadi duo menakutkan di lini depan.
Baca Juga:
Segrup di Piala AFF 2020, Media Vietnam Sebut Indonesia Tak Sekuat Malaysia
Saat itu, pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mencoba tiga pemain untuk mengisi lini serang. Selain Henry-Bergkamp, ada satu sosok striker lain yang dipasang, yakni Nwankwo Kanu.
Ketika itu, Henry sukses mengumpulkan 17 gol untuk Arsenal. Sementara Bergkamp memberikan kreativitas untuk lini serang, sekaligus mengoleksi enam gol di liga.
Sayangnya, Arsenal masih belum mampu mematahkan dominasi Manchester United. Mereka belum muncul sebagai ancaman bagi tim asuhan Sir Alex Ferguson.
Baca Juga:
Fakta-fakta Menarik Romeo Beckham usai Jalani Debut Profesional
Sebab, pada akhir musim, Setan Merah sukses meraih gelar juara Liga Inggris dengan margin 18 poin dari Arsenal yang duduk di peringkat kedua.
Lahirnya duet maut Henry-Bergkamp
Musim 2001/2002 menandai awal kejayaan Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger. Masa-masa keemasan ini tak terlepas dari duet antara Thierry Henry dan Dennis Bergkamp.
Baca Juga:
Hasil Drawing Piala AFF 2020 Indonesia Jumpa Malaysia: El Clasico Terjadi
Sejak saat itu, dua pemain ini menjadi duo yang paling ikonik dalam sejarah penyelenggaraan Liga Inggris.
Saat itu, Bergkamp memegang peran sebagai kreator serangan. Dia bertugas untuk memberikan suplai bola matang kepada ujung tombak Arsenal, yakni Henry.
Hasilnya, Henry mampu melesakkan total 24 gol di Liga Inggris. Jumlah itu membuatnya sebagai pencetak gol terbanyak.
Baca Juga:
Ini Alasan Serie A 'Ramah' bagi Striker Tua
Selain penghargaan individu itu, Henry dan Bergkamp sukses merebut tahta gelar juara Liga Inggris dari tangan Manchester United.
Sebab, selama dua musim sebelumnya, mereka belum bisa mematahkan dominasi Setan Merah. Selama dua periode ini, The Gunners harus puas menduduki posisi runner-up.
Sementara pada musim berikutnya, kolaborasi antara Henry dan Bergkamp masih belum juga berhenti bersinar.
Sebab, pada musim 2002/2003, Henry mampu mencetak 32 gol dan 12 assist pada seluruh kompetisi.
Sayangnya, mereka gagal meraih gelar juara Liga Inggris. Namun, setidaknya gelar Piala FA berhasil diamankan oleh anak asuh Arsene Wenger saat itu.
Musim impresif, catatkan Invincibles
Kombinasi antara Henry dan Bergkamp mencapai titik puncak ketika memasuki kompetisi musim 2003/2004.
Pada musim itu, tim Meriam London sukses mencatatkan rekor tak terkalahkan di Liga, yakni 49 pertandingan mulai dari Mei 2003 hingga Oktober 2004.
Catatan itu termasuk tak pernah kalah dalam seluruh 38 pertandingan di Liga Inggris musim 2003/2004. Pencapaian ini membuat mereka mendapatkan gelar sebagai Invincible.
Pencapaian luar biasa ini membuat The Gunners menjadi klub kedua Liga Inggris yang sukses menjalani satu musim kompetisi tanpa pernah terkalahkan.
Sebelumnya, kiprah serupa pernah dicatatkan oleh Preston North End saat tampil tanpa kekalahan pada 22 pertandingan di musim 1888-1889.
Namun, kolaborasi bersejarah yang tercipta antara Henry dan Bergkamp harus berakhir pada musim 2005/2006.
Saat itu, Bergkamp memutuskan gantung sepatu. Memang, usianya telah sangat senja, yakni 37 tahun.
Berita Terkait
-
Gelandang Persib Banjir Dukungan Usai 1 vs 4: Declan Rice Hingga Ratusan Komentar
-
Pemain Arsenal Kritik Keras Jadwal Piala Asia 2023, Merasa Aneh Lawan Timnas Indonesia di Tengah Kompetisi
-
Manchester United Makin Terpuruk, Erik Ten Hag Tenggelamkan Setan Merah di Neraka Liga Inggris?
-
Ruh Setan Merah Benar-Benar Mati, Manchester United Lawan Tim Papan Bawah Saja Kalah
-
Liverpool Diprediksi Juara, Persaingan Ketat Lima Besar Makin Panas, Pep Guardiola Mulai Bicara Gelar Liga Inggris
-
Goran Paulic Bela Lini Serang Persib yang Disorot Lantaran Mendadak Mandul
-
Kondisi Juergen Klopp Setelah Ditabrak Kostas Tsimikas
-
Manchester United Dibuat Pesakitan West Ham, Erik Ten Hag Keluhkan Soal Ini
-
Gol Spektakuler Mantan Pemain Persib Dikenang Hingga Diunggah Didier Drogba
-
Catatan Lini Pertahanan Inter Milan Menakjubkan, Mampukah Atletico Madrid Bobol Gawang Nerazzuri di Liga Champion?
Terpopuler
-
RESMI: BRI Liga 1 Musim Depan Terapkan Aturan 8 Pemain Asing, Bebas dari Mana Saja
-
Jadwal Babak 16 Besar Euro 2024, Dibuka oleh Laga Swiss vs Italia
-
Daftar Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar Euro 2024, Ada Negara Kejutan
-
Resmi! Shin Tae-yong Tidak akan Hadir di Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-16 2024: Indonesia Ditempel Ketat Laos dengan Poin Sama
Terkini
-
Lamine Yamal, Bocah 16 Tahun 362 Hari Cetak Gol di Euro 2024
-
Bek Timnas Indonesia Akan Jaga Striker Italia di Laga Perdana Serie A
-
Jadwal Perempatfinal Euro 2024, Jerman vs Spanyol hingga Portugal vs Prancis
-
Jadwal Babak 16 Besar Euro 2024, Dibuka oleh Laga Swiss vs Italia
-
Dilepas Gratis SC Heerenveen, Media Belanda Bongkar Masa Depan Gelandang Timnas Indonesia
-
Ambisi Granit Xhaka Bisa Semulus Bayer Leverkusen? Percaya Timnas Swiss Juara di Bawah Kendali Murat Yakin
-
BUBUK! Jerman Memang Keterlaluan, Andy Robertson Buka-bukaan Skotlandia Hancur di Laga Pertama Euro 2024 Grup A
-
Ini Tiga Negara yang Baru Bergabung ke Babak Final Euro 2024
-
Jadwal Vietnam vs Indonesia Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Putaran Kedua
-
5 Fakta Menarik Jelang Laga Euro 2024, Tiket Nonton Tahap Pertama Jadi Buruan Suporter