bolatimes.com - Insiden tidak mengenakan terjadi dalam sesi latihan akhir Chelsea menjelang pertandingan melawan Arsenal di partai final Liga Europa 2018/2019. Akibat kejadian tersebut, manajer The Blues, Maurizio Sarri, terlihat marah besar.
Semua itu bermula dari cekcok yang terjadi antara David Luiz dan Gonzalo Higuain saat latihan di Baku Olympic Stadium, Kamis (30/5/2019) dinihari WIB. Kedua pemain itu tampak ngotot berebut bola.
David Luiz dan Higuain sempat terlihat adu argumen setelah berebut bola, kejadian itu rupanya membuat Sarri kesal. Arsitek asal Italia itu berjalan keluar sembari melempar topi sebanyak dua kali ke tanah.
Tidak berhenti di situ, Sarri juga menedang topi yang berlogo Chelsea tersebut saat hendak masuk ke lorong keluar Baku Olympic Stadium. Kondisi itu tentu mengkhawatirkan bagi The Blues karena akan menghadapi partai penting melawan Arsenal.
Final Liga Europa melawan Arsenal bisa menjadi laga terakhir Maurizio Sarri bersama Chelsea di musim ini. Sebab, mantan pelatih Napoli itu dirumorkan kencang akan menangani Juventus di musim depan.
Sementara itu, pertandingan antara Arsenal verus Chelsea ini merupakan pertemuan laga Eropa pertama sejak 16 tahun silam. Terakhir kali kedua tim bersua di kompetisi Eropa terjadi di babak perempatfinal Liga Champions musim 2003/2004.
Terpopuler
-
Penyelamatan Gemilang Maarten Paes Raih Pujian dari Ajax Amsterdam
-
Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
Terkini
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
-
Mengintip Kekuatan Skuat Timor Leste Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Kapan Piala Super Eropa 2025? PSG Bidik Trofi Pertama, Tottenham Siap Bikin Kejutan
-
Pemain Keturunan Indonesia Debut Bersama Ajax, Legenda Belanda Ini Dongkol
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert