Bolatimes.com - Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sudah selama satu dekade mendominasi sepak bola dunia. Mantan rekan Ronaldo dan Messi, Carloz Tevez pun mengungkap perbedaan kedua pemain terbaik di dunia ini dalam berlatih.
Memang tidak dipungkiri, level permainan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi berada di level lebih tinggi daripada pemain lainnya. Hal itu terbukti selama 10 tahun Ronaldo dan Messi lebih mendominasi dan selalu bersaing menjadi yang terbaik.
Namun pada akhirnya, Ronaldo dan Messi kini sama-sama meraih penghargan pemain terbaik atau yang lebih dikenal dengan Ballon d'Or sebanyak lima kali.
Perdebatan yang terbaik di antara keduanya juga selalu menjadi pembahasan yang menarik untuk dibahas. Selain itu, baik Ronaldo dan Messi juga memiliki banyak perbedaan, entah dari cara bermain hingga cara berlatih.
Hal itulah yang diungkap oleh mantan rekannya Carloz Tevez. Tevez pernah bermain bersama Ronaldo ketika sama-sama membela Manchester United. Sementara Tevez juga pernah satu tim dengan Messi ketika membela Timnas Argentina.
Dari pengalamannya bermain bersama Ronaldo dan Messi, Tevez menjelaskan perbedaan kedua pemain itu, terutama ketika berlatih. Pemain yang kini bermain bersama Boca Juniors ini mengatakan bahwa Messi tidak pernah telihat berlatih di gym atau latihan lainnya. Itu semua karena bakat alaminya.
''Lionel Messi, saya tidak pernah melihatnya di gym. Saya belum pernah melihatnya berlatih untuk menghentikan bola atau latihan lainnya. Itu terasa alami baginya, tetapi khusus pada penalti, dia berlatih,'' buka Carloz Tevez seperti yang dikutip dari Goal Internasional.
Sangat berbeda dengan Ronaldo, Tevez menjelaskan kapten Portugal itu sangat terobsesi untuk berlatih dan selalu ingin menjadi yang terbaik. Bahkan Ronaldo selalu tiba lebih awal darinya.
''Cristiano selalu berlatih di gym setelah latihan, baginya itu adalah obsesi dan menjadi yang terbaik dalam segala hal, dia selalu tiba di tempat latihan lebih awal. Ketika latihan ditetapkan untuk jam sembilan pagi, saya tiba jam delapan dan dia sudah ada di sana. Bahkan jika saya tiba jam 7:30 dia sudah ada di sana,'' terang Tevez.
Bahkan Tevez sangat takjub dengan Ronaldo, ia sampai rela mencoba datang lebih awal lagi untuk mengalahkan pemain berusia 33 tahun itu. Tapi tetap percuma, Ronaldo tetap datang lebih awal darinya.
''Saya mulai bertanya pada diri sendiri, bagaimana saya bisa menyingkirkan orang ini? Jadi suatu hari saya tiba jam enam tetapi dia sudah ada di sana! masih terlihat mengantuk, tapi dia ada di sana,'' tutup Tevez menjelaskan.
Berita Terkait
-
Grimsby Town Tantang Manchester United, Mimpi atau Bencana?
-
Marcus Rashford Bongkar Kekacauan MU: Tidak Ada Rencana Jangka Panjang
-
Harry Maguire Blak-blakan: Semua Benci Manchester United!
-
Alejandro Garnacho Ancam Manchester United: Lepas ke Chelsea atau Saya Magabut
-
Statistik Menggila! Inilah Alasan Benjamin Sesko Layak Jadi Mesin Gol Setan Merah
-
Gila-Gilaan! MU Mau Datangkan Duo Bintang Premier League dan PSG Sekaligus
-
Geger di Old Trafford! Suporter Man United Batalkan Demo Besar, Ada Apa?
-
Pesona Anita Vidovic, Pendamping Setia Striker Baru Manchester United Benjamin Sesko
-
Kata Benjamin Sesko Pasca Pindah ke Manchester United dengan Mahar Rp1,6 T
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
Terkini
-
Rahasia Gaji Ronaldinho di Barca Legends Dibongkar Eks Rekan Patrick Kluivert
-
Pesta Gol di Allianz Arena! Bayern Munich Bungkam Tottenham, Harry Kane Permalukan Mantan
-
Ronald Koeman Raih Penghargaan Tertinggi Eredivisie, Patrick Kluivert Gak Dapat?
-
Eks Pelatih FC Twente dan Pemain Keturunan Ditahan Kasus Pelecehan Seksual
-
Air Mata Jose Mourinho untuk Jorge Costa
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kevin Diks Pemimpin Baru Gladbach? Hattrick Trofi dan Penalti Dingin Curi Perhatian
-
Geger! Bodyguard Messi, Yassine Cheuko Kena Banned Gegara Insiden Panas
-
Detik-detik Lionel Messi Terkapar, Pelatih Inter Miami Ungkap Kondisi La Pulga
-
Pantas Diganti Shin Tae-yong! Laga Terakhir Lawan Suwon FC, Kim Pan Gon Gagal Bawa Ulsan Menang