Galih Priatmojo
Becky Vardy/Instagram

Bolatimes.com - Meksiko dan Inggris jelas berbeda. Di samping secara geografis berlainan benua, di pentas Piala Dunia 2018 keduanya juga tidak berada dalam satu grup.

Meksiko menghuni di Grup F, sedangkan Inggris berlaga di Grup G.

Walau begitu, tampaknya kedua tim ini memiliki persamaan saat tampil di turnamen terbesar sejagat yang dihelat di Rusia kali ini. Selain sama-sama lolos ke babak 16 Besar, kedua tim ini juga menunjukkan grafik permainan yang meningkat sepanjang menjalani partai penyisihan.

Baca Juga:
Gagal di Piala Dunia 2018, Posisi Joachim Low Tetap Aman

Meksiko yang masuk sebagai tim kuda hitam mampu tampil perkasa dengan menumbangkan raksasa Jerman. Mereka juga berhasil mengalahkan semifinalis Piala Dunia edisi 2002, Korea Selatan.

Timnas Meksiko/Instagram

Sementara itu, Inggris juga tak kalah galak. Dua partai awal babak penyisihan mereka mampu menyingkirkan Tunisia dan Panama. Bahkan, Panama digelontor 6 gol.

Siapa sangka resep keperkasaan itu lantaran mereka melakukan terapi seks. Ya, jika dirunut, Meksiko sempat dihinggapi skandal seks sebelum melakoni fase penyisihan menghadapi Jerman.

Baca Juga:
Ambisi Mengulang Kesuksesan 64 Tahun Silam

Beruntung, meski sempat tersandung masalah, Chicharito dkk sukses memetik kemenangan 1-0 atas skuat Der Panzer. Kemenangan mengejutkan ini pun dikaitkan berkat skandal seks yang berhasil memompa performa skuat besutan Juan Carlos Osorio di laga pertama mereka.

Entah kebetulan atau tidak, hal yang sama juga diungkapkan salah satu WAGs Timnas Inggris, Rebekah.

Kepada Mirror, istri dari penyerang Leicester City tersebut menyebut bahwa kebijakan untuk tidak melarang aktivitas seks bagi para pemain Timnas Inggris cukup membantu performa tim di lapangan saat berlaga.

Baca Juga:
3 Fakta Lain Guillermo Ochoa, Pernah Dituding Gunakan Doping

"Southgate punya ide yang tepat untuk mental anak asuhnya. Dia benar-benar santai dan berusaha mengedepankan hubungan keluarga. Tidak ada bukti ilmiah kalau aktivitas seksual menghambat kinerja. Saya pikir, itu malah membantu performa tim," ungkapnya.

Skuat Timnas Inggris selebrasi saat cetak gol ke gawang Panama (Sumber: Twitter)

Becky sapaannya membeberkan bahwa kebijakan yang dibuat pelatih Southgate tersebut disambut positif baik oleh para pemain maupun kekasih dan istri mereka. Ini merupakan hal baru bagi para penggawa The Three Lions.

Ia menambahkan jika sebelumnya ketika gelaran Piala Eropa 2016, para penggawa Timnas Inggris tampak terpuruk, terutama ketika diarsiteki Roy Hodgson. Lantaran adanya larangan beraktivitas seksual dan keikutsertaan WAGs membuat para penggawa Inggris stres hingga akhirnya tak mampu menunjukkan performa yang baik di lapangan.

Baca Juga:
Real Madrid Tolak Tuduhan Tawar Neymar Senilai Rp 5,2 Triliun

"Piala Eropa merupakan kekacauan bagi kami dan tim. Entah apa penyebabnya tetapi kemungkinan larangan aktivitas seksual jadi sedikit yang membuat kekacauan itu. Namun di Rusia para pemain tampaknya mendapatkan waktunya. Ini tentu sangat bagus," tambahnya.

Ia pun meyakini, Harry Kane dkk bakal mengalahkan Kolombia dan melenggang ke babak perempat final Piala Dunia 2018.

"kami tentu harus optimistis. Kami harus bangkit dan melangkah ke arah yang lebih baik," tandasnya.

 

 

Load More